Friday, October 26, 2018
Saddil Ramdani Bergaya bak Cristiano Ronaldo saat Latihan Timnas Indonesia U-19
kembali melakoni sesi latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Sabtu (27/10/2018). Ini merupakan agenda latihan terakhir skuat Indra Sjafri menjelang bersua Jepang, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (28/10/2018)
Sesi latihan yang berlangsung sejak jam 06.30 WIB itu dimulai dengan pemanasan ringan. Syahrian Abimanyu dkk. kemudian melanjutkannya dengan berlatih tanding.
Keceriaan tampak di wajah deretan pemain Timnas Indonesia U-19 ketika melakoni sesi latihan kali ini. Indra pun beberapa kali terlihat bersenda gurau dengan sejumlah anak-anak asuhnya.
Setelah berlatih tanding, Indra kemudian menginstruksikan pemain melakoni adu penati. Dalam situasi ini, sebuah momen menarik terjadi yang melibatkan Saddil Ramdani.
Saddil melakukan eksekusi penalti dengan baik dalam latihan tersebut. Sang pemain kemudian langsung berlari kecil menghampiri Indra yang mengawasi dari tengah lapangan.
Saddil lalu secara spontan berselebrasi melompat ke udara di hadapan Indra. Sejumlah pemain pun tertawa karena melihat tingkah Saddil yang merayakan gol layaknya Cristiano Ronaldo.
Suasana positif pada sesi latihan terakhir jelang jumpa Jepang, cukup kontras perbedaannya jika berkaca agenda latihan sehari sebelumnya. Ketika itu, pemain Timnas Indonesia U-19 terlihat tegang dan beberapa kali mendapat teguran dari sang pelatih.
Sumber : Bola.com
Thursday, October 25, 2018
Jepang U-19 vs Timnas Indonesia U-19: Ada Duel Dua 'Messi'
Babak perempatfinal Piala Asia U-19 2018 akan menghadirkan laga sengit antara Jepang U-19 vs Timnas Indonesia U-19 yang akan digelar pada Minggu (28/10/18) mendatang di Stadion Gelora Bung Karno.
Timnas Indonesia U-19 sendiri diperkuat Egy Maulana Vikri yang dijuluki sebagai ‘Messi Indonesia’ dan tengah menimba ilmu di tim Eropa, Lechia Gdansk.
Seolah tak mau kalah, rupanya Timnas Sepak Bola Jepang U-19 juga menyimpan potensi pemain muda yang juga dijuluki sebagai ‘Messi dari Jepang’.
Pemain tersebut adalah Takefusa Kubo, gelandang serang yang sempat menimba ilmu di akademi Barcelona pada 2011-2015 lalu. Selain memperkuat Jepang U-19, kini ia juga bermain sebagai pemain sepak bola pinjaman di Yokohama F. Marinos.
Keberadaan Messi dari Jepang tak lantas membuat skuat sepak bola Indonesia asuhan Indra Sjafri pesimistis.Syahrian Abimanyu percaya diri jika Egy Maulana Vikri pun dapat menjadi ancaman di laga Jepang U-19 vs Timnas Indonesia U-19.
“Kubo? Tidak apa-apa, kami juga punya Messi-nya Indonesia,” ungkap Syahrian kepada awak berita sport usai laga kontra Uni Emirat Arab U-19, Rabu (24/10/18).
Menurut penggawa Sriwijaya FC tersebut, Timnas Jepang U-19 bermain secara tim. Sehingga yang patut diwaspadai adalah permainan tim, bukan individual.
“Jadi tidak terpaku pada satu orang. Kami antisipasi (Kubo), iya. Tetapi fokus kami tetap kepada Jepang dalam sebuah tim sepak bola,” tambah memberi penjelasan di depan awak media berita olahraga.
Syahrian optimistis ia dan rekannya mampu merebut kemenangan di laga Jepang U-19 vs Timnas Indonesia U-19. Terlebih, Kemenangan pada laga perempatfinal akan membawa Timnas Indonesia U-19 melaju ke Piala Dunia U-20 2019 di Polandia.
Penulis: Martini.
Bintang Timnas Indonesia U-19 yang Murah Senyum
Jakarta - Ketika semua mata tertuju kepada Egy Maulana Vikri, nama baru muncul sebagai pahlawan Timnas Indonesia U-19. Pemain yang dimaksud adalah Witan Sualeman.
Witan Sulaeman tercatat sudah mencetak tiga gol dan menyumbang satu assist untuk Timnas Indonesia U-19 di Piala AFC U-19. Bahkan, Witan juga yang membawa Garuda Nusantara memastikan tiket ke fase gugur.
Pada Kamis (24/10/2018), gol tunggalnya ke gawang Uni Emirat Arab (UEA) memastikan Timnas Indonesia U-19 keluar sebagai runner up Grup A dengan enam poin. Berkat Witan juga Garuda Nusantara berhasil mengulang sejarah 40 tahun lalu, lolos ke fase gugur Piala AFC U-19.
"Alhamdulillah saya bisa mencetak gol dan membawa Indonesia ke babak delapan besar Piala AFC U-19 2018. Terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan luar biasa," kata Witan dikutip dari situs resmi PSSI.
Di babak perempat final Piala AFC U-19, akhir pekan ini, Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Jepang, juara Grup B. Jepang bukan merupakan lawan sembarangan, mereka merupakan juara bertahan Piala AFC U-19.
Kendati demikian, Witan yang masih berusia 17 tahun itu enggan gentar menghadapi Jepang. Menurutnya, Timnas Indonesia U-19 masih punya peluang mengalahkan Jepang untuk merebut tiket ke Piala Dunia U-20, tahun depan.
"Kami harus optimistis mampu mengalahkan mereka. Karena dengan mengalahkan Jepang, Timnas Indonesia U-19 akan ke semi final sekaligus lolos ke Piala Dunia U-20 2019. Saya akui masih ada kekurangan pada diri saya ataupun tim, namun kita akan terus berupaya memperbaiki penampilan," ujar Witan.
Merantau
Witan merupakan pemain kelahiran Palu. Dia merantau ke Jakarta demi mengejar impiannya. Witan mengungkapkan keputusan merantau diambil karena di daerah asalnya masih minim ajang untuk pesepak bola usia dini.
"Di Palu dulu minim ajang untuk pesepak bola usia dini. Kalau pun ada, sifatnya hanya pertandingan antar kampung," kata Witan.
Pemain yang murah senyum ini menilai merantau ke Jakarta bisa lebih berkembang untuk pemain muda karena banyak kompetisi. Bahkan menurutnya, banyak anak Palu yang sudah memiliki bakat sebagai pesepak bola namun kurang jam terbang.
"Kalau di Jakarta, lebih banyak kompetisi yang diikuti. Begitu juga di Ragunan, malah bisa mengikuti turnamen internasional di luar negeri," ujarnya menambahkan.
Ingin Tiru Egy
Dengan performanya bersama Garuda Nusantara, Witan mengaku belum puas. Dia mengaku ingin seperti rekan setimnya, Egy Maulana, yang sudah berkarier di sepak bola Eropa bersama klub Polandia, Lechia Gdansk.
"Harapan saya tentu semoga bisa berkarier di Eropa seperti halnya Egy," ucapnya.
Profil Singkat
Nama: Witan Sulaeman
Klub/Sekolah: SKO Ragunan
Nomor Punggung: 8
Tempat/Tanggal Lahir: Palu, 8 Oktober 2001
Idola: Lionel Messi
Posisi: Gelandang
sumber : Liputan6.com
Subscribe to:
Posts (Atom)